Tampilkan postingan dengan label photography. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label photography. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Februari 2017

Kamera DSLR Untuk Pemula yang Direkomendasikan

Beberapa jenis kamera level pemula yang memiliki banyak peminat antara lain adalah Canon 1200D, Nikon D3100, Sony SLT A58, Nikon D3200 dan Canon 600D. Kelima kamera ini memiliki keunggulan masing-masing yang sangat cocok bagi anda yang membutuhkan kamera ringan yang mudah dioperasikan.
Kamera level pemula, atau yang sering disebut dengan kamera entry level, biasanya memiliki berbagai fitur, tombol, maupun pengaturan yang lebih mudah sehingga bisa digunakan oleh amatir. Anda tidak perlu mengatur fokus maupun distorsi cahaya karena semuanya sudah ada dalam menu kamera.

1. Canon 1200D

Canon EOS Rebel T5 atau 1200D adalah DSLR entry-level yang solid dengan harga yang cukup terjangkau. Kamera ini mengalami penginkatan dari pada pendahulunya, Canon 1100D / T3, dengan resolusi video HD yang lebih tinggi yaitu 1080 x 1920 dan sensor 18 megapixel untuk mengambil foto. Canon 1200D juga dilengkapi dengan LCD 3-inch, 460.000 dot.
Fotografer pemula akan mudah memahami dasar-dasar menu, kontrol, creative auto, filter dan sementara fotografer yang lebih senior akan menghargai kontrol manual dan pilihan kustomisasi yang membantu pemotretan. Secara ergonomis pengaturan yang sering diakses tersedia melalui menu Q dan pengguna dari semua tingkat keahlian akan dengan mudah menemukan akses cepat ke antarmuka kamera DSLR ini. Untuk lebih jelasnya silahkan cek detail spesifikasi Canon 1200D.

2. Nikon D3100

Secara fisik sangat mirip dengan pendahulunya D3000, kamera D3100 ini memiliki sensor CMOS 14,2 megapixel, tidak saja memiliki mode live view tetapi juga kemampuan merekam video Full HD. Dibandingkan dengan D3000 bodi D3100 mendapatkan update cukup sedikit, antara lain mendapatkan tombol tambahan di sebelah kiri layar, tombol untuk beralih mode, tuas menonjol untuk terlibat live view dan tombol direct untuk merekam video. D3100 memiliki system AF yang baru dengan 11 point, Nikon juga menambahkan mode autofocus AF-F tambahan untuk memungkinkan lebih baik fokus pada live view dan autofocus selama pengambilan gambar video.
Meski update bodi kurang memuaskan, akan tetapi D3100 dijamin tanpa komplain dalam hal kualitas gambar, sensor 14MP baru memberikan hasil yang sangat baik. Kinerja ISO tinggi secara substansial meningkat dibanding D3000, sampai-sampai foto hasil ISO tinggi 3200 dapat digunakan secara riil. Tidak ada keraguan bahwa D3100 adalah salah satu yang terbaik dari kamera entry-level DSLR, menawarkan kualitas gambar yang sangat baik ditambah dengan operasi cepat dan harga terjangkau.
Detail spesifikasi dan update harga D3100.

3. Sony SLT A58

Sony Alpha SLT-A58 adalah kamera SLT mid-range dengan sensor yang baru dikembangkan 20MP. A58 akan mengganti dua model A37 dan A57, membantu untuk menyederhanakan lineup perusahaan. A58 dibangun berdasarkan fitur A57 dan ditambah keuntungan viewfinder SVGA (800×600 pixel) OLED dibanding pendahulunya. Kamera ini juga menawarkan mode baru auto fokus dan mode auto Object Framing – pengembangan dari modus auto potret di A57.

4. Nikon D3200

Nikon memperbarui DSLR entry-level dengan penambahan sensor CMOS 24MP. Hal ini menyaingi kamera Sony A65, A77 dan NEX-7 yang menawarkan jumlah pixel tertinggi pada saat itu untuk ukuran sensor APS-C. Peningkatan resolusi sensor ini cukup signifikan, meskipun bahwa kamera ini dihargai sekitar $699 (harga peluncuran sama dengan D3100). Meski tidak revolusioner, tetapi cukup menjanjikan dan bisa menjadi opsi upgrade dari D3100 terutama yang membutuhkan foto resolusi tinggi. Berikut link untuk mengetahui lebih detail spesifikasi dan harga D3200.

5. Canon 600D

Canon Rebel T3i atau Canon EOS 600D mengambil semua fitur Canon 550D dan menambahkan layar LCD multi-angle, ditambah sejumlah fitur yang dirancang untuk memudahkan bagi pemula untuk mendapatkan hasil yang baik. Antara lain termasuk Basic+  yang menawarkan kontrol pengguna lebih banyak di mode scene otomatis, sebuah ‘Panduan Fitur’ baru yang memberikan penjelasan singkat pada layar untuk fungsi kamera dan mode otomatis penuh diperbarui yang sekarang disebut Scene Intelligent Auto.





















http://rumorkamera.com

Rabu, 12 Oktober 2016

Tips Memotret dengan Kamera Ponsel


1. Jangan Mengharapkan Hasil Terlalu Berlebihan

Mengingat bahwa kita akan mengambil gambar menggunakan ponsel, bukan kamera DSLR yang memang ditujukan untuk fungsi yang lebih profesional, ada baiknya kita tidak terlalu berharap foto yang akan dihasilkan memiliki kualitas terbaik secara teknis fotografi. Sensor dalam kebanyakan kamera ponsel umumnya memiliki ukuran sangat kecil. Efeknya foto yang dihasilkanpun tentunya memiliki resolusi rendah. Apalagi dukungan lensa yang digunakan sebagian besar terbuat dari bahan plastik. Oleh karena itu, kebanyakan kamera ponsel tidak akan mampu menyaingi kualitas foto yang sebanding dengan kamera DSLR atau bahkan kamera saku.

 2. Sebisa Mungkin Gunakan Setting Manual

Jika Anda benar-benar ingin mengambil foto yang baik, anda harus memiliki kontrol penuh terhadap kamera Anda. Terutama dari sisi pengaturan dasar kamera. Hindari menggunakan fitur auto, baik untuk eksposur, white balance, ISO dan yang lainnya. Pada mode auto, ketika mengevaluasi sebuah adegan untuk mengukur eksposur yang tepat, kamera kemungkinan besar akan menggunakan pengaturan rata-rata, yang dalam banyak kasus, tidak akan menghasilkan gambar dengan eksposur yang ideal, hasilnya foto bisa menjadi terlalu terang (over exposure) atau terlalu gelap (under exposure). Saat ini, sebagian kamera dengan teknologi yang lebih canggih - seperti pada smartphone dengan layar sentuh - memiliki aplikasi yang memungkinkan Anda cukup menyentuh satu titik di layar ponsel dimana Anda ingin fokus foto ditonjolkan, dan kamera akan menyesuaikan eksposur sesuai dengan lingkungan di sekitar titik fokus tadi. Hanya saja kadang-kadang, kemudahan itu dirasa tidak cukup.

3. Hidari Cahaya Yang Terlalu Kuat


Salah satu bagian terpenting dari teknik dasar fotografi adalah menguasai pencahayaan terhadap subjek Anda. Pencahayaan yang terlalu berlebihan, apalagi cahaya langsung seperti dibawah terik matahari dan dengan pengaturan yang tidak tepat akan beresiko membuat foto anda menjadi over exposure. Walaupun hasil foto Anda memiliki eksposur yang baik, cenderung dibeberapa bagian akan tampak bayangan yang terlalu kuat yang akan mengganggu keseluruhan nilai artistik foto. Trik termudah untuk mengatasi hal itu, Anda bisa menggeser atau memindahkan subjek anda menjauh dari sinar matahari langsung. Terutama pada saat anda ingin melakukan foto portrait di luar ruangan, pastikan Anda menempatkan subjek Anda di tempat yang teduh. Hal ini karena ketika orang berdiri di bawah sinar matahari langsung, beberapa bagian tubuh seperti lekukan di bawah mata, tulang pipi dan setiap bagian lengkung lain pada wajah akan menciptakan bayangan yang tidak menarik. Menempatkan subjek di bawah pohon, atau di bawah bayangan sebuah bangunan yang berdekatan akan membuat cahaya pada wajah mereka merata, dan hasilnya foto Anda akan terlihat lebih menarik.

4. Atur Jarak Yang Tepat Terhadap Subjek Anda


Karena banyak lensa kamera ponsel tidak dirancang untuk mencakup elemen zoom yang memadai, produsen ponsel akhirnya menentukan bahwa mereka harus menggunakan lensa dengan focal length yang ideal untuk semua kondisi. Salah satunya dengan membenamkan lensa jenis "wide angle" yang cukup lebar untuk memotret landscape, namun tidak cukup baik untuk foto portrait. Akhir-akhir ini kita melihat banyak produsen ponsel yang berfokus pada penggunaan lensa kamera yang selebar mungkin, yang bisa menjadi sedikit masalah ketika kita akan memotret subjek berupa orang. Perlu diingat bahwa semakin dekat jarak lensa kamera Anda terhadap subjek, semakin banyak distorsi yang akan terlihat pada subjek.


5. Hindari Getaran Pada Kamera Ponsel Anda


Ada aturan yang sangat sederhana yang kita gunakan saat memotret dengan kamera DSLR untuk menghindari efek getaran tangan dan kamera di dalam foto. Aturan itu menyatakan bahwa untuk menghindari resiko getaran kamera, kecepatan bukaan diafragma (shutter speed) Anda minimal sebanding dengan 1/focal-length. Mungkin Anda tidak perlu khawatir tentang hal ini saat pengambilan gambar di siang hari dengan cahaya yang cukup, tapi ketika memotret pada kondisi rendah cahaya, pastikan Anda berdiri dengan sangat tenang. Sebagian besar kamera ponsel dengan pengaturan auto, karena keterbatasan nilai bukan maksimal diafragma pada lensanya, akan secara otomatis menurunkan kecepatannya. Pada kecepatan rendah, sedikit saja terjadi gerakan atau getaran akan beresiko membuat gambar anda menjadi blurry atau berbayang. 






sumber : http://fotomatis.blogspot.co.id